Untitled Document

Kenapa Harus
Taman Baca Indonesia Menyala?

“Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan – Gunawan Moehammad”

Membaca adalah salah satu keahlian yang dipelajari manusia sedari dini. Dulu, penting bagi kita untuk bisa membaca buku, karena buku dipercaya sebagai jendela dunia. Buku memiliki tempat istimewa, bukan cuma di hati dan kepala setiap orang, melainkan juga di atas meja nakas, samping tempat tidur. Buku memungkinkan setiap orang menjelajahi tempat-tempat yang mungkin sulit dicapai secara fisik oleh kita. Apalagi kalau dibaca menjelang tidur. Buku bisa jadi makin nyata terlihat, walau hanya sebagai bunga tidur. Waktu itu, buku juga merupakan satu-satunya lambang intelektualitas.

Sekarang, anak-anak bisa membaca bahkan pada usia yang lebih muda daripada sebelumnya. Namun, mereka tidak lagi membaca buku secara eksklusif. Di sekolah, mungkin. Selebihnya, ada internet, telepon pintar, atau bahkan DVD film yang sanggup mengalihkan perhatian mereka dari buku. Itu kalau mereka tinggal di kota besar, seperti Jakarta. Sementara bagi mereka yang tinggal di daerah lain, kalaupun mau baca buku, terkendala oleh ketersediaannya. Pun jika buku tersedia, belum tentu mereka langsung mau membacanya. Sering kali bagi anak-anak, baik di kota maupun di daerah, bisa membaca adalah sebuah keharusan, bukan semata kebutuhan.

Padahal, bagi kita yang mencintai buku sepenuh hati dan mau membaca karena memang memiliki dorongan dalam diri, kita tahu betapa nikmatnya membaca dan betapa masih berharganya kehadiran sebuah buku di tengah kita. Kita bisa memahami apa yang menarik dari sebuah buku dan bagaimana menggalinya sehingga bisa tampak atau dirasakan. Kita bisa mengenali keistimewaan yang dimiliki sebuah buku, yang tidak bisa terganti oleh internet, telepon pintar, atau elektronik canggih yang lainnya. Kita menyadari, bahwa membaca bukanlah semata karena keharusan, melainkan karena sebuah kebutuhan.

Indonesia Menyala percaya bahwa bisa membaca saja tidak serta-merta membuat anak-anak jadi gemar membaca, apalagi menumbuhkan budaya membaca secara otomatis. Ketika mencetuskan nama untuk Indonesia Menyala, Pak Anies Baswedan sudah berkata, “Anak-anak desa yang menyala akal dan budinya karena membaca buku yang baik BERSAMA para Pengajar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia.”

Rupanya memang, buku saja TIDAK cukup untuk menumbuhkan kesenangan membaca hingga menjadi budaya pada anak-anak. Mereka membutuhkan pendamping. Mereka butuh seseorang yang bisa menunjukkan sisi menarik dari sebuah buku. Mereka butuh seseorang untuk mengenalkan keistimewaan buku pada mereka. Mereka butuh seseorang untuk menjadi panutan yang akan menyadarkan bahwa sebenarnya mereka memiliki kebutuhan terhadap membaca. Mereka butuh kita, Penyala.

Taman Baca Indonesia Menyala diharapkan mampu menghimpun para Penyala yang memiliki kepedulian untuk membangun kembali kecintaan untuk membaca pada anak-anak. Selama menjalani program ini, Penyala akan berkesempatan untuk terjun langsung dan melihat sendiri kondisi perilaku membaca pada anak di masyarakat, sehingga bisa menggali kreativitas untuk mendapatkan cara yang efektif untuk mengenalkan kembali kecintaan terhadap membaca pada mereka. Dan anak-anak juga jadi bisa bertemu Penyala yang bukan hanya peduli pada mereka, tetapi juga bisa jadi panutan yang menginspirasi mereka untuk menumbuhkan minat baca hingga menjadi budaya.

Kalau kamu merasa bisa jadi panutan bagi anak-anak dan memperkenalkan kembali kecintaan terhadap buku kepada mereka, yuk, gabung sama Taman Baca Indonesia Menyala di sini. (Wika)



Warning: include(listdukung.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/indonesi/public_html/artikel12.php on line 55

Warning: include(listdukung.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/indonesi/public_html/artikel12.php on line 55

Warning: include() [function.include]: Failed opening 'listdukung.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/indonesi/public_html/artikel12.php on line 55